Si Kecil Menyikat Gigi Teratur Adalah Hal Yang Wajib, Ya!

Mengajari Si Kecil menyikat gigi teratur sangatlah penting. Jika terlambat untuk membiasakan hal ini maka akan menyebabkan dampak jangka panjang yang menghambat kesehatan gigi Si Kecil. Juniors dapat mengamati gigi Si Kecil, apabila terdapat karies gigi, maka ini juga bisa menjadi pertanda bahwa ia masih kurang menjaga kebersihan giginya.

Baca Juga: Speech Delay Yang Menjadi Perhatian Orangtua

Kapankah waktu yang tepat untuk mulai membiasakan Si Kecil?

Kebiasaan ini dapat Juniors contohkan sejak ia masih belum tumbuh gigi. Biasakanlah untuk membersihkan gusinya dari sisa makanan, ini penting karena bakteri yang menempel di gusi bisa saja menyerang kesehatan gusinya yang merupakan tempat giginya tumbuh kelak.

Bagaimana cara membersihkannya?

Gunakanlah kain lembut atau sikat gigi khusus anak-anak, Juniors dapat dengan mudah menemukannya di minimarket. Bersihkanlah dari bagian dalam ke luar sisi dari gusi. Bila perlu, Juniors juga dapat mencontohkan untuk membersihkan lidah yang dapat ia tiru.

Memilih alat kebersihan gigi

Jika Si Kecil masih berusia di bawah 24 bulan, gunakanlah pasta gigi non-fluoride yang dapat kita temukan di kemasannya. Gunakan sikat gigi tersebut sebesar biji jagung pada sikat giginya. Selain sikat gigi, kita juga perlu memilih alat yang tepat sesuai usianya seperti flosser tanpa ujung yang runcing. Kadang kita harus memperhatikan produk mana yang ia sukai.

Waktu yang tepat untuk membersihkan gigi?

Seperti kita, ajarkanlah ia untuk membersihkan gigi seusai sarapan dan juga sebelum tidur. Saat kita tidur adalah masa yang cukup panjang sehingga perlindungan gigi adalah hal yang sangat utama.

Mengajak Si Kecil untuk mau menyikat gigi

Juniors dapat menggunakan banyak hal untuk mengajarinya sikat gigi. Lagu-laguan adalah hal yang paling sering digunakan, Juniors dapat mengajaknya menyikat gigi sebari menyanyikan lagu sehingga perhatiannya teralihkan. Untuk jangka panjang, buatlah semacam gim ringan seperti membuat gim mengatur tempo sikat gigi minimal dua menit dan rayakan bersamanya  sambil sesekali memberinya hadiah, tentu sangat menyenangkan!

Baca Juga: Yuk Kenali 5 Macam Cara Belajar Anak

Si Kecil sudah sebaiknya perlu untuk kita biasakan agar mau membersihkan giginya sejak dini karena ini akan ia bawa hingga ia dewasa kelak. Bagi Juniors yang kini baru akan memulai untuk mengajarkan sikat gigi pada anak, mungkin Juniors dapat melakukannya dengan baik dengan membaca informasi ini ya. Semangat! -KJ

Yuk Kenali 5 Macam Cara Belajar Anak

Tentu Juniors ingin Si Kecil dapat menjadi seseorang yang pintar. Namun, terkadang orangtua masih belum memahami tentang gaya belajar yang paling tepat untuk anaknya. Satu waktu, jika Si Kecil masih belum mengetahui gaya belajar terbaik, itu akan menghambatnya untuk memperoleh pelajaran dengan optimal. Seperti yang kita tahu, cara setiap orang dalam belajar pasti berbeda dan unik. Nah, jika Mama kini sedang ingin membantu Si Kecil, maka kita akan membahasnya di artikel ini!

Baca Juga: Mengajak Si Kecil Berolahraga dan Menjadi Lebih Sehat
1. Gaya belajar visual oriented
Seperti yang kita ketahui bahwa setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda. Apabila Si Kecil memiliki gaya belajar ini, maka ia biasanya adalah seseorang yang rapi dan teratur. Gaya belajar ini berfokus pada penglihatan dan akan lebih banyak menggunakan indera pengelihatan dan ketelitian. Ciri-ciri anak yang mengedepankan gaya belajar visual antara lain:
  • Selalu mengamati pengajar
  • Suka membaca sesuatu dan belajar dari yang ia lihat
  • Mampu mengingat lebih baik sesuatu yang ia lihat
  • Cenderung mempunyai kemampuan menggambar dan mencatat dengan detail
  • Suka belajar dengan peragaan dan praktik langsung
2. Gaya belajar dengan pendengaran

Seseorang dengan gaya belajar ini umumnya memiliki indera pendengaran yang sangat baik. Ia mampu menghafal dan memahami sesuatu dengan mendengar yang tentu juga berkaitan dengan membaca. Biasanya, jika ia memiliki gaya belajar ini makai a akan memiliki ciri di bawah ini.

  • Lebih aktif bertanya jika ada yang tidak ia mengerti
  • Dapat mengulan informasi yang ia dengar dengan sangat baik
  • Senang bercerita dan berdiskusi sehingga suka berkelompok
  • Senang mendengarkan cerita orang lain namun juga selalu ingin didengar

Akan tetapi ia juga berpotensi memiliki kekurangan seperti adanya informasi penting yang mungkin terlupakan sehingga baik untuk membiasakannya untuk mencatat.

3. Gaya belajar dengan analisa tinggi

Model belajar ini biasanya berisi anak-anak yang mampu menganalisa sesuatu dengan baik karena rasa ingin tahu yang sangat besar. Tanpa Mama sadari, ia akan terbiasa untuk menjadi seseorang yang spesifik. Umumnya dalam mengerjakan sesuatu, ia akan  mengerjakannya secara bertahap. Cirinya antara lain:

  • Memiliki daya logika yang baik
  • Konsisten pada satu hal
  • Selalu fokus dalam menyelesaikan suatu tugas
  • Teratur
4. Gaya belajar global
Si Kecil dengan gaya belajar ini akan mampu memahami suatu hal yang menyeluruh dengan sangat baik. Ciri-ciri yang ia miliki biasanya:
  • Mampu melakukan banyak tugas bersamaan
  • Sangat bekerja keras sampai tuntas meski tidak orangtua ingatkan
  • Umumnya lebih sensitif terhadap suatu hal
  • Mampu bekerjasama dengan baik meski karakternya berbeda-beda
  • Mampu mendeskripsikan suatu hal dengan kata-kata dengan baik

Meski ia mampu mengartikan kondisi dengan baik dan mengenali situasi, ia juga masih memiliki kekurangan seperti cepat kelelahan karena banyak hal yang ia lakukan, cenderung agak sedikit berantakan dan mudah bosan.

Baca juga: 6 Tips Mendekorasi Ruang Belajar Anak agar Lebih Kondusif

5. Gaya belajar kinestetik

Jika Si Kecil sering tidak mau diam saat belajar maka ini adalah ciri-cirinya. Gaya belajar ini sangat efektif untuk anak yang aktif bergerak. Biasanya anak dengan gaya belajar ini tidak begitu banyak dibandingkan anak dengan gaya belajar lain, akan tetapi kelebihannya adalah ia dapat lebih mudah berbaur dengan anak-anak lainnya. Cirinya adalah:

  • Suka belajar langsung dan tidak hanya teori saja
  • Suka aktivitas belajar yang aktif daripada statis
  • Suka menghapal sesuatu dan dapat belajar meski ia sedang bergerak seperti berjalan
  • Umumnya adalah anak yang aktif
  • Suka belajar dengan adanya alat peraga yang dapat membantu
Baca Juga: Pentingnya Kedekatan Si Kecil dengan Papa

Nah bagaimana, Ma? Kira-kira mana dari kelima jenis ini yang paling menggambarkan Si Kecil? Jika sudah mengetahuinya maka Mama dan Papa dapat mulai membantu proses berkembangnya dengan cara yang tepat. Jika Si Kecil mampu belajar dengan optimal maka pasti ia akan menjadi pribadi yang pintar. -KJ

top-margin:10px;