Sembuh Total Dari Kanker Payudara Stadium Awal

Kanker payudara merupakan penyakit yang menakutkan bagi banyak Mama. Beberapa Perempuan pun tidak menyadari adanya kanker. Perlu kita ketahui bahwa sebenarnya kanker payudara masih sangat bisa untuk sembuh pada stadium awal, tentu dengan penanganan yang tepat. Definisi sembuh total adalah hilangnya semua sel kanker dan tidak lagi aktif.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyatakan, angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk. Rata-rata kematian akibat kanker payudara ini mencapat 17 orang per 100 ribu penduduk.

Sebenarnya, kanker payudara sulit dideteksi pada stadium awal karena biasanya tidak ada gejala tertentu. Namun, beberapa faktor seperti obesitas, merokok, usia, dan radiasi dapat meningkatkan potensi kanker ini terjadi lebih cepat.

Mengenal pembagian kanker payudara

Stadium kanker adalah klasifikasi tahapan yang dipengaruhi dari penyebaran sel kanker ke beberapa bagian tubuh. Terdapat pembagian tahapan Stadium dalam kanker payudara adalah tahapan yang menentukan apakah sel kanker telah menyebar dari payudara ke bagian tubuh lainnya. Menurut hellosehat, terdapat pembagian tahapan kanker yaitu:

  • T (r) — menunjukkan ukuran tumor dan apakah sudah tumbuh dan menyebar ke jaringan terdekat.
  • N (Node/kelanjar getah bening) — menunjukkan sel kanker yang telah menyebar ke kelenjar getah bening.
  • M (Metastasis) — menunjukkan metastasis atau penyebaran sel kanker ke organ lain di luar payudara, seperti paru-paru.

Baca Juga: Membentuk Pribadi Ceria pada Si Kecil!

Ciri-ciri Kanker Payudara Stadium Awal

Meski kanker payudara jarang menimbulkan gejala di fase stadium awal, namun terdapat beberapa ciri-ciri kanker payudara yang perlu Mama ketahui karena semakin cepat kanker terdeteksi, maka angka kemungkinan sembuh pun akan menjadi lebih tinggi.

Dikutip dari Healthline, berikut ini adalah ciri-ciri kanker payudara stadium awal:

  • Adanya tumor di payudara sebesar 2-5 cm.
  • Terdapat tumor berukuran lebih dari 5 cm, tetapi belum ada pembengkakan pada kelenjar getah bening terdekat.
  • Timbul tumor berukuran 2–5 cm di payudara serta sel kanker yang telah berkelompok pada kelenjar getah bening.

Tenang, kanker payudara stadium awal bisa sembuh, kok!

Baca Juga: Ketahui Arti Warna Air Ketuban yang Bocor

Angka keberhasilan sembuh dari kanker biasanya berkaitan dengan stadium. Di stadium 1 biasanya benjolan kanker masih berukuran sangat kecil, dan pada stadium 4, kanker tersebut sudah menyebar ke organ lain seperti tulang, hati bahkan otak. Penderita kanker payudara hingga stadium 1 bisa memiliki waktu hidup yang lebih lama sehingga jika Mama memeriksakan kelainan yang dirasakan dan diagnose nya adalah tumor, perawatan dapat segera dilakukan untuk memastikan perkembangan sel kanker dapat dihentikan.

Nah, kemungkinan terjadinya kanker payudara akan selalu ada. Adalah hal yang wajar jika Mama merasa takut dan cemas, namun alagkah baiknya ketakutan tersebut menjadi pengingat kita untuk selalu berhati-hati dan menjaga kesehatan tubuh, ya! -KJ

Mengajak Si Kecil Berolahraga dan Menjadi Lebih Sehat

Setelah Si Kecil lahir, mungkin banyak perubahan yang terjadi dalam kebiasaan kita. Jika dulunya Mama  sering berolahraga, mungkin sekarang panggilan berolahraga itu kembali muncul, ya? Nah, karena sekarang Si Kecil sudah dirasa cukup mampu untuk bergerak dengan baik, mengapa tidak mengajak Si Kecil berolahraga bersama?

Mengajak Si Kecil berolahraga tak hanya akan memberikan manfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang, juga akan meningkatkan kedekatan (bonding) antara Mama dan Si Kecil. Tentu dua hal ini adalah hal yang sedang sangat orangtua perhatikan, bukan? Karena itu, yuk ajak Si Kecil berolahraga dengan beberapa tips berikut ini.

Photo by Ketut Subiyanto from Pexels: https://www.pexels.com/photo/woman-stretching-with-a-little-girl-4473636/

Tips agar Si Kecil mau berolahraga

  • Terlebih dahulu, jelaskan manfaat olahraga padanya

Karena ini akan menjadi pengalaman baru baginya, maka tentu langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah memperkenalkan olaghraga itu sendiri. Ceritakanlah beberapa manfaat penting pada Si Kecil seperti:

  1. Membuat ia akan selalu merasa segar dan tidak mudah lelah saat bermain
  2. Kegiatan mengasyikan yang selalu ia mau
  3. Membantu tumbuh kembangnya

Jika Si Kecil sudah mengetahui manfaat berolahraga apalagi dengan cara bermain, pasti ia akan menjadi antusias untuk mengikuti aktivitas Mama.

  • Jadikan aktivitas bermain

Masih sedikit membahas tentang bermain, bagaimana kira-kira cara untuk membuat olahraga dapat menjadi se-asyik bermain permainan Si Kecil dengan teman-temannya? Terkadang beberapa orangtua memikirkan ini, namun tak perlu bingung. Hal terpenting dari kegiatan ini adalah memastikan agar kegiatannya tidak terlalu kaku. Mama dapat melonggarkan aturan aturan tertentu jika misal mama mengajaknya bermain basket sederhana. Kegiatan lain seperti berenang juga tentu sangat bagus.

  • Mengatur waktu olahraga yang tepat

Rasa bosan dengan aktivitas yang berulang sangat mungkin ia rasakan, ma. Jika ini terjadi maka bisa jadi ia akan lebih mudah kehilangan fokus dan bahkan kehilangan minat untuk melakukan aktivitas tersebut. Aturlah kegiatan ini dengan durasi yang pas tergantung olahraga apa yang akan dilakukan.

Nah tadi adalah beberapa tips sederhana tentang mengajak Si Kecil berolahraga. Dengan melakukan aktivitas ini, ia akan mempelajari banyak hal baru selain tentu meningkatkan ketahanan tubuh dan kualitas pertumbuhannya. Kedepannya, ia juga dapat menjadi semakin percaya diri dalam melakukan segala aktivitasnya. -KJ

Ketahui Arti Warna Air Ketuban yang Bocor

Cairan ketuban (amnion) adalah cairan selaput ketuban yang normalnya berwarna bening namun sedikit kekuningan dan terkadang bisa berubah. Cairan ketuban adalah cairan yang mampu menahan dan melindungi janin saat masa mereka tumbuh di dalam kandungan.

Seperti lazimnya selaput, tentu dapat menjadi sobek yang berasal dari trauma atau bahkan terjadi secara tiba-tiba. Untuk memperdalam wawasan Mama, yuk kita pelajari warna air ketuban yang bocor pada artikel ini!

Arti setiap warna air ketuban

Air ketuban yang normal berwarna bening kekuningan. Namun, tak menutup kemungkinan jika warna air ini berubah yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu. Berikut adalah daftar kemungkinan warna air ketuban dan arti dari warna tersebut:

  • Bening dan kekuningan
    Merupakan warna normal pada ibu hamil
  • Cokelat
    Warna yang muncul karena adanya campuran darah karena misalnya pendarahan rahim
  • Hijau muda-hijau tua
    Warna ini adalah warna yang cukup sering terjadi karena biasanya berasal dari feses bayi (meconium). Jika serius, bisa menyebabkan komplikasi tertentu
  • Kuning jingga
    Faktor ini dimungkinkan karena adanya bentrokan jenis darah antara Mama dan Si kecil
  • Merah-coklat tua
    Jika ketuban Mama bocor dan mengeluarkan cairan dengan warna ini maka segeralah membawanya ke dokter karena adanya indikasi konsisi serius seperti kematian janin.

Baca Juga: Mengenal 5 Love Language Anak

Ciri-Ciri Air Ketuban Rembes

Mengeluarkan cairan dari vagina adalah hal yang lumrah saat kehamilan, karenanya Mama akan kebingungan saat membedakan apakah itu urin atau air ketuban yang bocor. Perlu diketahui bahwa cairan ketuban biasanya meninggalkan bercak putih dan tidak memiliki bau.

Dalam beberapa kondisi, kebocoran air ketuban dapat disertai darah dan lendir.

Cairan ketuban biasanya keluar tanpa bisa diprediksi secara waktu dan kondisi. Sehingga penting bagi Mama untuk selalu membawa setidaknya benda pembersih apabila hal ini terjadi.

Baca Juga: Hamil Di Atas Usia 35 Tahun? Bisa Kok, Asalkan..

Risiko Air Ketuban Rembes

Pada pada trimester awal kehamilan, kebocoran air ketuban bisa memicu komplikasi tertentu seperti keguguran, cacat lahir, bayi lahir prematur atau yang terburuk adalah keguguran.

Apabila kebocoran ini terjadi saat usia kehamilan tua seperti trimester ketiga, dampak yang hadir setelahnya akan cenderung lebih berbahaya karena akan mempersulit proses bersalin. Sementara jika bocor air ketuban saat usia kehamilan menginjak trimester ketiga berdampak cukup bahaya, karena akan menyulitkan proses persalinan.

Jika sampai kekurangan air ketuban, akan membuat tali pusar menjadi terhimpit sehingga dapat melilit leher bayi yang tentu mengurangi asupan oksigennya. Selain itu bisa saja terjadi komplikasi lain seperti pernapasan.

Baca Juga: Apakah Berkomunikasi dengan Bayi Itu Penting?

Cara Mencegah Air Ketuban Rembes

Sebenarnya, kebocoran ketuban dapat terjadi tanpa bisa ada prediksi sebelumnya (terjadi secara spontan). Namun, potensinya dapat berkurang jika Mama tidak ingin hal tersebut terjadi sehingga Mama perlu mengetahui beberapa tips pencegahan berikut ini.

  • Secara rutin membersihkan organ genital dengan benar.
  • Mengurangi dan menghindari guncangan seperti di kendaraan, hal ini juga berlaku pada hubungan seksual.
  • Lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin disertai gaya hidup sehat seperti pola makan, olahraga ibu hamil dan istirahat yang cukup.
  • Melakukan pengecekan cairan yang keluar dari vagina dengan mengamati tekstur, bau dan warna cairan tersebut.

Nah, tadi adalah pembahasan kita seputar warna kebocoran air ketuban. Semoga setelah pembahasan ini Mama bisa semakin waspada demi kesehatan kandungan, ya! -KJ

Bullying, Hal Wajib yang Harus Orangtua Ketahui!

Hingga saat ini, bullying atau perundungan masih sering terjadi dalam kehidupan anak-anak kita. Sekolah dan lingkungan umum lainnya sangat sering menjadi tempat terjadinya perundungan ini. Sayangnya, tak semua anak yang menjadi korban bullying berani untuk menceritakannya kepada orangtua karena beberapa faktor seperti ketakutan berlebih, atau justru mentalnya yang sudah sangat lelah karena perundungan.

Studi oleh Ketik Unpad dengan data KPAI menjelaskan bahwa tingkat perundungan semakin meningkat sejak tahun 2016 hingga 2020. Merujuk pada data tersebut, maka penting bagi Moms dan Dads untuk dapat memiliki jalur komunikasi yang sangat baik dengan Si Kecil sehingga perundungan ini dapat segera berhenti.

Foto oleh Mikhail Nilov dari Pexels: https://www.pexels.com/id-id/foto/orang-orang-duduk-anak-kecil-kursi-7929419/

Tanda- tanda Si Kecil Menjadi Korban Bullying

Perlu kita ketahui terlebih dahulu bahwa setiap perilaku bullying tidaklah sama meski masih sama-sama perbuatan yang tidak baik. Setiap jenis memiliki gaya yang berbeda dan cara yang berbeda untuk mengintimidasi targetnya. Dengan menyadari jenis-jenis perundungan tersebut maka orangtua akan dapat lebih tanggap dalam membantu Si Kecil melewati masa sulit tersebut. Adapun beberapa jenis perundungan yang bisa terjadi pada Si Kecil, yaitu:

1. Perundungan secara Verbal

Sesuai namanya, perundungan jenis ini terjadi melalui perkataan yang menyakitkan dengan asosiasi negatif seperti; si dungu, si gendut, si jelek. Biasanya si pelaku akan terus menerus melakukan perundungan ini untuk merendahkan orang lain yang menjadi targetnya. Bullying secara verbal seringkali sulit untuk diketahui karena biasanya terjadi saat orang dewasa tidak ada di sekitar mereka.

Hal ini bisa diperparah karena orang dewasa sering beranggapan bahwa perkataan anak-anak tidak perlu dianggap serius sehingga cenderung menyarankan Si Kecil untuk mengabaikannya. Padahal, verbal bullying harus ditanggapi dengan sangat serius karena bisa saja meninggalkan luka emosional yang dibawa hingga dewasa.

Baca Juga: Menangani Si Kecil yang Hiperaktif

2. Pengucilan terhadap teman

Perilaku ini adalah jenis bullying yang sangat sulit diidentifikasi. Tidak muncul melalui perkataan maupun kekerasan fisik namun lebih ke perilaku Si Kecil dan teman-temannya.  Emosional Si Kecil adalah sasaran dari perundungan ini di mana pelaku (sendiri maupun kelompok) dengan sengaja mengucilkan temannya dengan berbagai cara seperti menuduh, fitnah dan lainnya.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kedudukannya dibandingkan korbannya sehingga ia dapat berkuasa atas targetnya. Jika Si Kecil menjadi lebih penyendiri dari biasanya, atau menjadi orang yang lebih sensitif, bisa saja ia menjadi korban dari perundungan ini karena tingkat kepercayaan dirinya yang berkurang.

3. Ditindas secara fisik

Fisik. Penindasan jenis ini akan memiliki dampak yang kasat mata. Bullying ini terjadi saat anak-anak menggunakan fisik untuk membuat targetnya tidak berdaya. Perilaku seperti memukul, menendang, memukul, menampar, menjambak adalah cirinya. Akibat dari perbuatan ini bagi korban juga mudah terlihat seperti memar atau luka. Saat Si Kecil ditanya mengenai hal ini maka ia tidak akan memberikan alasan yang masuk akal.

Sehingga, penting bagi orangtua untuk jeli. Pasalnya, Si Kecil sangat mungkin menutupi bekas-bekas tersebut. Perhatikan tanda-tanda yang muncul dari perilakunya seperti menolak jika menggunakan baju yang agak terbuka. Hal ini bisa mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang tidak ingin orangtuanya ketahui.

Baca Juga: Stres Pada Balita? Kita Kenali Penyebabnya!

4. Perundungan secara seksual

Biasanya perundungan ini lebih sering terjadi pada perempuan. Perundungan ini pun sangat berpotensi untuk terjadi secara berulang. Tingkatannya pun memiliki tingkatan tersendiri mulai dari yang ringan seperti memberi julukan seperti bagian tertentu yang “terkesan” tidak biasa, hingga yang berat seperti sentuhan-sentuhan yang tidak pantas.

Belum lagi dari akibat teknologi digital. Dengan tingkat emosi yang masih lemah, bisa saja Si Kecil bertukar foto diri ke temannya yang tidak seharusnya karena beberapa alasan. Hal ini membutuhkan kontrol yang sangat teliti dari orangtua

5. Cyberbullying

Ya, perundungan ini terjadi karena perubahan jaman yang masif seperti penggunaan media sosial. Perundungan pada anak juga bisa terjadi di dunia maya karena saat ini sudah banyak anak-anak yang mempunyai akun media sosialnya sendiri. Misal, jika Si Kecil dikomentari secara negatif oleh akun yang tidak jelas identitasnya. Bukan tidak mungkin ia akan menerima perkataan yang menyakitkan.

Jika intensitas Si Kecil di dunia maya terus meningkat namun tanpa ekspresi riang atau bertanya pada orangtua, maka Moms dan Dads perlu curiga. Bicarakanlah dengan terlebih dahulu berbincang dengan ringan bersamanya sebelum “mengulik” apa yang terjadi.

    Tindakan orangtua jika Si Kecil menjadi korban

    Penting bagi orangtua untuk mengetahui tanda-tanda bullying pada anak. Hal ini bertujuan agar orangtua bisa mendampingi dan mencarikan titik pemecahan masalahnya sehingga dampaknya dapat berkurang. Sebagai tips, berikut tindakan yang dapat diambil saat Si Kecil menjadi korban perundungan.

    1. Menggali masalah dengan cara yang tepat

    Jika perundungan terjadi pada Si Kecil, biasanya ia akan menjadi ketakutan. Sehingga, penting bagi orangtua agar dapat menjadi pemecah masalah yang baik. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan membiarkannya menceritakan sendiri tanpa adanya paksaan dari orangtua. Karena bisa jadi bagi Si Kecil, menceritakan hal tersebut adalah hal yang meyakitkan sehingga butuh kemauan dari dirinya sendiri untuk bercerita.

    2. Berikan dukungan dan semangat pada anak

    Tindak lanjut dari poin pertama. Orangtua perlu memastikan bahwa situasinya juga mendukung. Karena pada kondisi seperti itulah orangtua dapat menjelaskan bahwa kita tidak akan meninggalkan Si Kecil dalam masalah ini. Jelaskan juga bahwa Moms dan Dads tidak marah karena hal ini sambil menunjukan sikap yang tenang.

    Baca Juga: Membentuk Pribadi Ceria pada Si Kecil!

    3. Kumpulkan bukti yang kuat

    Sebisa mungkin, kumpulkanlah bukti perundungan seperti dokumentasi jika anak terkena bullying. Bukti tersebut dapat berupa bukti foto jika kekerasan terjadi secara visual ataupun rekaman jika terjadi secara verbal. Jika sudah, maka hal yang perlu dilakukan adalah dengan tidak ragu membicarakan ini dengan pihak yang berkepentingan seperti misalkan sekolah.

    Jangan sampai Si Kecil terus menerus terkena perundungan karena masalah ini tidak kunjung orangtua selesaikan.

    4. Mengembalikan kepercayaan diri Si Kecil

    Seperti sebelumnya disinggung, perundungan akan sangat berpengaruh pada tingkat kepercayaan diri Si Kecil. Sebagai orangtua, kita harus berperan sebagai penenang untuk mengembalikan kepercayaan diri Si Kecil.

    Kuatkanlah dia, latihlah ia untuk lebih berani untuk melawaan hinaan orang lain tanpa harus menghina orang tersebut karena membalas kejahatan dengan kejahatan tidaklah membuat semuanya membaik.

    Nah setelah memahami alasan perundungan terjadi dan cara memposisikan diri bagi Si Kecil, sekarang orangtua dapat lebih bersiap siaga apabila terjadi perubahan tertentu pada Si Kecil. Semoga semuanya membaik, ya! -KJ

     

    anak berteriak

    Menangani Si Kecil yang Hiperaktif

    Memiliki anak yang aktif tentu akan menjadi sebuah kesenangan tersendiri. Anak yang aktif biasanya akan lebih mudah dalam proses pembelajaran hal-hal baru yang mendukung tumbuh kembangnya. Namun jangan salah, perlu diketahui bahwa bisa saja seorang anak dapat menjadi terlalu aktif atau biasa disebut hiperaktif. Hal seperti ini justru akan membawa dampak lain yang kurang baik, sehingga orangtua perlu untuk terlebih dahulu mengenali potensi ini. Nah, agar semakin jelas berikut adalah beberapa tanda hiperaktif pada Si Kecil, antara lain:

    Tanda Hiperaktif pada Si Kecil

    • Berlari-lari dan berteriak di ruangan di waktu yang tidak tepat seperti di kelas, atau malam hari di rumah
    • Selalu bergerak hingga mengganggu orang lain atau bahkan merusak benda di sekitar.
    • Terus menerus berbicara
    • Selalu merasa gelisah sehingga butuh ‘penyaluran’ akan hal tersebut
    • Sulit untuk fokus saat melakukan hal tertentu seperti makan atau belajar

    Jika selalu dibiarkan, kondisi seperti ini sangat berpotensi menyebabkan banyak masalah karena ia kemudian tidak dapat berkonsentrasi dalam setiap kegiatan. Selain konsentrasi, hubungan sosialnya pun akan terganggu seperti hubungan dengan teman-teman sekolah, guru atau bahkan orang tua. Secara jangka panjang, masalah ini akan menyebabkan gangguan kecemasan yang akan timbul seiring ia semakin besar. Dalam mengenalinya sendiri, orangtua wajib untuk tahu apa yang menjadi penyebab Si Kecil menjadi hiper aktif.

    Penyebab Tingkah Hiperaktif pada Si Kecil

    1. Anak mengalami stres atau tertekan

    Si Kecil kerap kali menjadi terlalu aktif secara tiba-tiba, namun ternyata hal ini juga bisa terjadi karena Si Kecil merasa stres dan tertekan. Untuk lebih memastikan, hal tersebut maka orangtua perlu untuk lebih aktif memantau segala rutinitas Si Kecil. Pastikan bahwa setiap kegiatannya dapat dapat dipantau agar lebih mudah bagi orangtua untuk mencari tau adanya potensi tekanan tersebut.

    2. Masalah kesehatan emosional atau mental

    Meski ia masih kecil, bukan berarti ia tidak memiliki emosi. Faktanya, masalah emosional sering terjadi pada anak. Karena inilah yang mengakibatkan ia bertingkah tidak seperti biasanya. Jika Moms merasakan hal tersebut, segeralah ajak ia berkomunikasi untuk mengetahui penyebabnya, namun jika hal ini sudah menjadi serius, segeralah dapatkan bantuan ahli untuk membantu kebutuhannya.

    3. Kurang berolahraga

    Sudah sewajarnya Si Kecil aktif dan penuh energi yang dilakukan dengan berbagai cara seperti olahraga. Namun, tanpa berolahraga yang cukup, ia akan kesulitan untuk melepaskan rasa stres yang justru menyebabkannnya menjadi stres. Cara yang biasa dilakukan adalah dengan mengajaknya berolahraga dengan porsi yang tepat. Ajaklah ia bermain dan berolahraga di taman, bersepeda, dan lari santai untuk menyalurkan energinya secara positif.

    4. Tidak tidur siang atau terlambat tidur malam

    Kualitas tidur juga menentukan kondisi mental, lho! Tak hanya bagi orang dewasa namun juga untuk Si Kecil. Ketika ia tidak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat, biasanya justru ia akan menjadi lebih terjaga karena banyaknya produksi adrenalin. Pastikan agar Si Kecil memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dengan beberapa cara seperti poin sebelumnya yaitu berolahraga dengan cukup.

    5. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

    ADHD tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak juga memiliki potensi untuk mengalami ini. Gangguan inilah yang menyebabkan perubahan impulsif sehingga membuatnya tidak dapat berkonsentrasi. Terdapat beberapa gejala yang berkaitan dengan gangguan ini, seperti:

    • Kesulitan untuk menenagkan diri yang terlihat dari sifat tidak bisa diam dan selalu menggerakan anggota tubuh.
    • Aktivitasnya menjadi sulit ditebak, terkadang pasif kadang terlalu aktif
    • Terus menerus berbicara termasuk dalam situasi yang tidak tepat
    • Mengganggu orang sekitarnya

    Jika potensi ini nampak nyata, maka segeralah mendatangi dokter ahli yang dapat membantu menanganinya sesuai tindakan yang terstruktur. Biasanya dokter akan memberikan penilaian  dan memberikan evaluasi lebih lanjut untuk kemudian menentukan perawatan yang sesuai. -KJ

    kid crying

    Stres Pada Balita? Kita Kenali Penyebabnya!

    Usia tumbuh kembang balita merupakan masa yang berisi dengan beragam hal. Segala ketrampilan, kemampuan berpikir, hingga tekanan yang terjadi pada masa ini akan menimbulkan ketidakseimbangan emosi yang akan membuat stres pada balita.

    Sebelum mendalami faktor penyebab dan cara mengatasinya, perlu papa mama ketahui ciri-ciri Si Kecil mengalami stres seperti berikut:

    – Mood atau suasana hati yang tidak menentu
    – Pola makan dan tidur yang berubah-ubah
    – Mudah marah dan berkepanjangan
    – Tiba-tiba tak menyukai hal yang sangat ia suka
    – Nampak tidak fokus dan tidak bersemangat
    – Pada beberapa kasus disertai dengan beberapa penyakit fisik
    crying kid

    Penyebab Stres Pada Balita

    Hal utama yang mendasarinya adalah perasaan sensitf terhadap beberapa hal atau lingkungan sekitar yang tidak ia sukai. Hal ini sebenarnya sangat penting untuk dipahami oleh orang tua sehingga sangat perlu untuk memahami penyebab yang akan diuraikan sebagai berikut:

    1. Kurang tidur

    Meski ia nampak sangat bertenaga dari setiap kegiatannya, bukan berarti ia tidak akan merasa lelah. Biasanya ia tidak akan mengakui rasa lelah tersebut meski sebenarnya ia sangat merasakannya. Hal yang berbahaya adalah perubahan kondisi moodnya akibat kelelahan tersebut, ya, sama seperti orang dewasa. Oleh karena itu, penting untuk dapat memastikan Si Kecil memiliki cukup waktu untuk beristirahat.

    2. Padatnya aktivitas

    Untuk menggali potensinya, beberapa orang tua akan mencoba mengikut sertakannya dalam beberapa aktivitas. Hal ini tentu saja baik untuk mendalami bakat ataupun kemampuan lainnya. Namun aktivitas ini bisa menguras sebagian besar tenaganya. Untuk mengatasi ini, selain berkaitan dengan poin pertama, orang tua perlu untuk memastikan beberapa hal seperti asupan gizi, pengaturan jadwal yang seimbang bagi Si Kecil.

    3. Konsumsi konten dewasa

    Kemajuan teknologi memang bukan sesuatu yang bisa dihindari. Banyak manfaat yang kita rasakan karena perkembangan jaman dan cepatnya akses informasi. Namun, anak yang memiliki akses jaringan sangat bisa terpapar konten atau informasi untuk orang dewasa. Tak melulu soal pornografi, namun bisa saja berupa berita yang tidak baik, video yang menyeramkan seperti kekerasan atau kembali lagi yaitu pornografi. Paparan ini akan sangat mudah mengubah kondisi mental dan pikirannya. Oleh karena itu, para orang tua sebaiknya lebih selektif dalam memilah konten dan membuat frekuensi bagi anak dalam memainkan gawai.

    4. Perundungan atau Bullying

    Perundungan atau biasanya disebut “Bullying” adalah hal yang sangat berbahaya bagi kesehatan pikiran dan mental Si Kecil. Sebab, ia yang menjadi korbannya akan merasakan efek berkepanjangan seperti rasa malu, takut yang kemudian akan ia sembunyikan dari orang tua. Jika terus dibiarkan maka ia akan menampung semuanya sendiri dan akan menjadi pemicu stress yang tidak baik.

    Peran orang tua dalam situasi ini adalah dengan menjadi figur yang selalu ada baginya. Tak hanya menemani saat ia baru saja dirundung, namun juga kapanpun ketika memungkinkan untuk mengatakan padanya bahwa ia harus percaya diri dan kuat dalam setiap harinya.

    5. Penyakit

    Kita yang sudah dewasa pun pasti akan merasa stres saat mengetahui bawah orang tua kita menderita penyakit serius. Hal ini terjadi juga pada Si Kecil ketika ia mengetahui bahwa dirinya terkena penyakit. Saat ini, hanya dukungan orang tua dan keberadaan papa dan mama lah yang sangat berarti baginya selain untuk memeriksakannya ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

    6. Permasalahan rumah

    Mengasuhnya dengan sepenuh kasih saying dari keluarga adalah hal wajib. Namun seiring perjalanannya, biasanya tak akan terhindar dari beberapa permasalahan papa dan mama, apalagi jika permasalahan tersebut memuncak hingga hal buruk terjadi. Jika pertengkaran terjadi dan ia melihatnya, ia akan menghadapi perubahan besar dalam dirinya. Baiknya, buatlah komitmen untuk tidak menunjukan emosi atau selesaikanlah masalah tersebut tanpa harus dilihatnya.

    Mengatasinya

    Stres pada balita tentu akan mengganggu kegiatan harian bahkan merubah sifatnya dalam jangka panjang sehingga perlu untuk diatasi sejak awal. Berikut beberapa cara menghilangkan stres yang dapat kita lakukan agar Si Kecil kembali ceria:

    Pertama, berilah ia semangat untuk menghadapi segala masalah. Karena biasanya saat ia mendapat masalah, ia lebih suka menghindarinya. Hal ini sebenarnya tidaklah baik, sehingga kita perlu untuk membantunya untuk berani menghadapi masalahnya agar kelak ia terbiasa dan menjadi lebih kuat.

    Kedua, seringlah mengajaknya berdiskusi. Ketika ia menceritakan masalah, perlu papa mama ketahui bahwa itu adalah hal yang “langka”, maka jadilah pendengar yang baik dan menjadi orang yang dapat ia andalkan dalam menyelesaikan ketakutannya.

    Ketiga, tanamkan bahwa rumah adalah tempat yang aman dan nyaman bagi Si Kecil.  Setelah kegiatan di luar, rumah adalah tempat di mana ia akan terlepas dari beban pikirannya dan menemukan cara untuk mengatasi masalahnya. Papa mama pun perlu untuk membangun suasana yang menenangkan agar kondisi rumah adalah seperti yang ia harapkan.

    Cara-cara tersebut pada intinya adalah tentang membangun hubungan yang kuat antara orang tua dan Si Kecil. Agar dapat menjadi lebih sukses, pastikan untuk dapat meluangkan waktu untuk Si Kecil untuk dapat beristirahat dengan rasa sayang dari orang tua sehingga mentalnya terus terjaga dan ia menjadi lebih kuat. -KJ

    top-margin:10px;