Mengenal Ragam Pengasuh Anak

Bagi sebagian Mama, mungkin istilah baby sitter sudah tidak lagi asing, ya? Namun ternyata ada dua profesi pengasuh anak lain yang ternyata banyak digunakan, loh! Mungkin sebagian lagi sudah pernah mendengar nanny maupun governess, namun beberapa juga tidak mengetahuinya. Meski sebenarnya sama-sama merupakan perawat anak namun ketiganya memiliki fokus yang berbeda. Apa saja?

Membahas perbedaan baby sitter, nanny dan governess

Meski sederhananya tugas mereka berdua adalah sama yaitu untuk mengasuh, merawat dan menjaga Si Kecil namun ternyata fokusnya tetap berbeda. Hal ini juga berdasarkan kondisi Si Kecil yang berbeda saat ia masih bayi dan saat sudah menjadi balita.

Baca nanti: Perkembangan Motorik Si Kecil yang Harus Diketahui

Baby sitter

Baby sitter merupakan orang yang wajib memiliki pengalaman pelatihan untuk dapat mengasuh dan merawat bayi. Mereka akan berfokus untuk merawat bayi hingga usia maksimal 24 bulan. Mengapa demikian? Karena sesungguhnya merawat bayi tidaklah sembarangan. Merawat bayi memiliki kesulitan sendiri karena bayi masih belum dapat berkomunikasi dengan orang lain, sehingga mereka dituntut untuk lebih peka. Kepekaan tersebut lah yang terus dilatih dan wajib dimiliki seorang baby sitter.

Tugas seorang baby sitter biasanya akan berkaitan dengan mengisi segala kebutuhan utama Si Keci seperti memandikan, mengganti popok, membuatkan makanan bayi (MPASI) dan menjaga keselamatan Si Kecil. Namun baiknya tetaplah membicarakan hal ini terlebih dahulu dengan agen atau pengemban tugas tersebut.

Nanny

Setelah membahas baby sitter, kini ada profesi serupa namun tak sama lainnya, yaitu nanny. Apabila baby sitter berfokus pada bayi berusia maksimal 24 bulan, nanny bisa menjadi pengasuhnya saat Si Kecil tumbuh dari usia 2 tahun hingga 5 tahun. Biasanya tugas nanny akan menjadi lebih kompleks lagi. Meski Si Kecil sudah lebih mampu untuk berkomunikasi, ia juga lebih pintar untuk bergerak, dan meniru sekelilingnya.

Karena inilah maka tugas seorang nanny menjadi lebih rumit karena membutuhkan mereka yang benar-benar dapat membimbing dan mendidik Si Kecil sesuai usianya. Bahkan saat tertentu juga ia berperan seperti orangtua Si Kecil yaitu untuk menentukan boleh dan tidak boleh ia lakukan sehingga Si Kecil tumbuh dengan baik.

Governess

Istilah lain yang mungkin agak asing bagi kita adalah governess yang dapat kita definisikan sebagai perawat anak. Namun dalam pengertian ini adalah mereka yang sudah berusia 5 hingga remaja. Pada usia ini, umumnya anak sudah memasuki masa sekolah dan memperoleh beberapa pelajaran tertentu. Pada prosesnya, terkadang membutuhkan seorang perawat anak yang berkompeten dalam mendidik anak.

Governess juga terkadang dipanggil untuk membantu merawat anak berkebutuhan khusus (ABK) karena dinilai mampu untuk mendalami interpersonal Si Kecil dengan kemampuannya.

Nah tadi adalah beberapa perbedaan antara baby sitter, nanny dan governess. Meski pada hakikatnya adalah pengasuh anak, namun ketiganya memiliki konsentrasi yang berbeda yang perlu Papa dan Mama amati kesesuaiannya dengan Si Kecil. Semoga artikel ini membantu, ya! -KJ

 

Mengajak Si Kecil Berolahraga dan Menjadi Lebih Sehat

Setelah Si Kecil lahir, mungkin banyak perubahan yang terjadi dalam kebiasaan kita. Jika dulunya Mama  sering berolahraga, mungkin sekarang panggilan berolahraga itu kembali muncul, ya? Nah, karena sekarang Si Kecil sudah dirasa cukup mampu untuk bergerak dengan baik, mengapa tidak mengajak Si Kecil berolahraga bersama?

Mengajak Si Kecil berolahraga tak hanya akan memberikan manfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang, juga akan meningkatkan kedekatan (bonding) antara Mama dan Si Kecil. Tentu dua hal ini adalah hal yang sedang sangat orangtua perhatikan, bukan? Karena itu, yuk ajak Si Kecil berolahraga dengan beberapa tips berikut ini.

Photo by Ketut Subiyanto from Pexels: https://www.pexels.com/photo/woman-stretching-with-a-little-girl-4473636/

Tips agar Si Kecil mau berolahraga

  • Terlebih dahulu, jelaskan manfaat olahraga padanya

Karena ini akan menjadi pengalaman baru baginya, maka tentu langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah memperkenalkan olaghraga itu sendiri. Ceritakanlah beberapa manfaat penting pada Si Kecil seperti:

  1. Membuat ia akan selalu merasa segar dan tidak mudah lelah saat bermain
  2. Kegiatan mengasyikan yang selalu ia mau
  3. Membantu tumbuh kembangnya

Jika Si Kecil sudah mengetahui manfaat berolahraga apalagi dengan cara bermain, pasti ia akan menjadi antusias untuk mengikuti aktivitas Mama.

  • Jadikan aktivitas bermain

Masih sedikit membahas tentang bermain, bagaimana kira-kira cara untuk membuat olahraga dapat menjadi se-asyik bermain permainan Si Kecil dengan teman-temannya? Terkadang beberapa orangtua memikirkan ini, namun tak perlu bingung. Hal terpenting dari kegiatan ini adalah memastikan agar kegiatannya tidak terlalu kaku. Mama dapat melonggarkan aturan aturan tertentu jika misal mama mengajaknya bermain basket sederhana. Kegiatan lain seperti berenang juga tentu sangat bagus.

  • Mengatur waktu olahraga yang tepat

Rasa bosan dengan aktivitas yang berulang sangat mungkin ia rasakan, ma. Jika ini terjadi maka bisa jadi ia akan lebih mudah kehilangan fokus dan bahkan kehilangan minat untuk melakukan aktivitas tersebut. Aturlah kegiatan ini dengan durasi yang pas tergantung olahraga apa yang akan dilakukan.

Nah tadi adalah beberapa tips sederhana tentang mengajak Si Kecil berolahraga. Dengan melakukan aktivitas ini, ia akan mempelajari banyak hal baru selain tentu meningkatkan ketahanan tubuh dan kualitas pertumbuhannya. Kedepannya, ia juga dapat menjadi semakin percaya diri dalam melakukan segala aktivitasnya. -KJ

kedekatan papa

Pentingnya Kedekatan Si Kecil dengan Papa

Kebahagiaan Papa dan Mama pasti semakin lengkap dengan adanya Si Kecil. Menghabiskan waktu bersama Si Kecil menjadi waktu yang sangat baik untuk kedekatan orangtua dan anak. Sayangnya, biasanya Papa tidak banyak memiliki waktu bersama Si Kecil karena beberapa hal seperti tuntutan pekerjaan. Hal ini tentu wajar, namun dengan waktu yang ada, akan sangat bagus jika Papa memaksimalkan waktu untuk mendekatkan diri dengan Si Kecil. Kedekatan Si Kecil dengan Papa sangat penting bagi pertumbuhannya karena ia dapat menjadi pribadi yang percaya diri dan merasa aman sebagai panutan.

Cara membangun kedekatan dengan Si Kecil

Kedekatan dengan Si Kecil sangatlah penting. Dengan ini, Papa juga dapat semakin mudah dalam membangun karakter yang baik bagi Si Kecil. Karena itu, berikut adalah pembahasan tentang cara membangun kedekatan dengan Si Kecil.

  • Memberikan pelukan yang nyaman

Kalau Mama biasanya akan memiliki caranya sendiri seperti melakukan kontak mata dengan Si Kecil. Papa juga bisa melakukan ini, disertai gendongan dengan pelukan serius dengan kasih sayang. Beritahu dia bahwa ia aman di pelukan Papa.

  • Jadilah teman bermain seperti temannya

Si Kecil akan sering bermain bersama teman-temannya. Namun, pada beberapa waktu Si Kecil ingin bermain namun tidak memungkinkan seperti misalkan sedang hujan. Waktu-waktu seperti ini dapat Papa manfaatkan untuk mengajaknya bermain dan memposisikan diri sebagai teman bermainnya. Dengan begitu, Si Kecil akan selalu merasa puas untuk bermain dan hubungan dengan Papa juga akan semakin meningkat.

  • Membuat Si Kecil senang

Dengan sengaja membuat wajah yang konyol akan sangat membantu, lho! Buatlah ekspresi lucu yang membuatnya tertawa, atau bisa juga dengan mengeluarkan suara-suara lucu seperti hewan kesukaannya. Semakin sering Papa melakukannya maka ia akan terbiasa dan ketagihan dengan itu.

  • Menghentikan tangisannya

Si Kecil mudah menangis, semua orang tahu itu. Tapi siapa yang bisa menenangkannya adalah poin kunci yang harus bisa Papa manfaatkan. Papa bisa memulai dengan menggendongnya dengan hangat. Ayun-ayunkan ia dan coba buat ia melupakan tangisannya. Suasana hati yang riang tentu akan membuatnya bahagia apalagi jika Papa yang melakukannya.

Nah, membangun kedekatan personal antara Papa dan Si Kecil memang sangat penting. Hal ini akan mengajarkan padanya bahwa kedekatan dengan Mama dan Papa adalah penting karena akan membuatnya merasa nyaman sehingga dapat tumbuh dengan optimal. Semangat ya, Pa! – KJ

Perkembangan Motorik Si Kecil yang Harus Diketahui

Si Kecil yang tumbuh dengan cepat sangatlah menakjubkan. Banyak aspek pertumbuhan seperti kekuatan fisiknya yang meningkat karena motorik kasar dan halusnya. Perkembangan motorik sangatlah penting karena hubungannya antara otak, syaraf dan otot. Motorik kasar memiliki keterkaitan dengan otot besar Si Kecil seperti berlari, melompat, atau gerakan kuat lainnya. Sementara, motorik halus berkaitan dengan gerakan anggota tubuh kecil seperti jari tangan untuk menulis, membawa barang dan lainnya.

Berdasarkan hal itu, maka pertumbuhan motorik Si Kecil sangatlah penting untuk Moms dan Dads perhatikan. Memulai membantu tumbuh kembangnya agar semakin optimal dapat orangtua mulai dari memahami tahapan perkembangan motorik Si Kecil seperti pembahasan berikut!

Baca Juga: 6 Bulan Usia Vital Bagi Pertumbuhan Bayi

0-3 bulan  Sejak awal ia lahir hingga memasuki usia 3 bulan, ia akan menggunakan kemampuan otot mendasarnya seperti mengangkat kepala, dada dan beberapa motorik halus. Moms dan Dads dapat membantunya dengan melatih Si Kecil menggunakan benda yang dapat ia genggam karena ia akan mulai menggunakan jarinya dengan menggenggam sehingga berikanlah benda kecil yang mudah ia genggam seperti mainan rattle, atau perlengkapan bayi dengan bahan yang halus.
4-6 bulan Setelah melewati fase 3 bulan pertama, pada usia ini, Ia akan mulai untuk menggerakan badannya. Moms dan Dads bisa membantunya dengan memberikan mainan berukuran besar yang dapat melatihnya bermain dengan leluasa menggunakan seluruh fungsi tubuhnya.
7-9 bulan Pada usia ini, biasanya Si Kecil sudah menjadi lebih kuat secara fisik besar maupun kecil. Khususnya motorik halus, ia akan semakin terlatih untuk menggunakan tenaga sesuai gerak tubuhnya.
10-12 bulan Nah, biasanya Moms dan Dads akan kaget saat menyadari bahwa Si Kecil akan berusia 1 tahun. Pada usia ini, ia akan mulai mengangkat badannya untuk berdiri dan berjalan dengan kaki kecilnya. Kini ia juga dapat duduk tanpa perlu dibantu lagi dan juga mengangkat kakinya tanpa kehilangan keseimbangannya.
1-2 tahun Perkembangannya semakin nampak karena kemampuan refleknya yang semakin membaik. Kini ia semakin pintar dan mampu berjalan dengan baik lalu menerapkannya dalam tujuan tertentu seperti saat mendorong dan menaiki tangga. Kemampuan motorik  halusnya pun meningkat sehingga ia dapat memainkan permainan yang diberikan lebih baik seperti menggambar, dan mengganti baju.
2-3 tahun Di usia in, semakin jelas pertumbuhan fisik Si Kecil yang semakin kuat. Banyak aktivitas yang dapat ia lakukan seperti bermain bola kecil, mengenakan pakaiannya, dan membawa-bawa benda kecil tanpa terlepas. Manfaatkanlah masa ini untuk semakin memperkuat kemampuan motoriknya dengan mengajaknya melakukan ragam aktivitas menyenangkan seperti berpiknik, menggambar benda-benda di sekitarnya.
3-4 tahun Pada saat ini, Si Kecil akan mampu menggunakan kemampuan motoriknya jauh lebih baik. Ia mampu mengayunkan tangannya, dan berlari lari. Kemampuannya menyeimbangkan tubuh juga sudah semakin baik.

Baca Juga: Pantau Pertumbuhan Anak dari Tinggi Badan

Nah, demikianlah tahapan perkembangan motorik Si Kecil berdasarkan usianya. Perlu untuk diketahui bahwa perkembangan motorik kasar biasanya dibarengi dengan perkembangan motorik halusnya. Namun, bukan berarti motorik halus tidak perlu dilatih ya. Tak lupa selalu berikan asupan nutrisi terbaik bagi Si Kecil. -KJ

 

anak mewarnai

Mengajari Si Kecil Mewarnai Gambar

Salah satu pelajaran dan kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak adaalh mewarnai. Sifat dasar mereka yang memiliki imajinasi tinggi membuat kegiatan ini menjadi sangat menyenangkan karena mereka dapat berkreasi dengan pikirannya. Sebelum mulai mewarnai gambar, biasanya mereka akan meluapkan keinginannya dengan mencorat-coret dinding, baju dan hal lainnya dengan alat tulis atau alat mewarnai yang tentu akan mereporkan. Maka itulah penting bagi orangtua untuk mengajari Si Kecil mewarnai gambar.

Dalam prosesnya sendiri, mulailah dengan gambar-gambar sederhana terlebih dahulu menyesuaikan dengan tumbuh kembang Si Kecil. Beberapa hal seperti pemilihan warna atau objek yang belum ia kenal juga penting untuk diperhatikan. Bagi Moms yang ingin mengajari Si Kecil mewarnai, berikut ini beberapa cara mengajari Si Kecil mewarnai gambar yang baik.

Kenalkan Si Kecil Dengan Ragam Warna

Sebelum memulai, pertama kenalkanlah ia terlebih dahulu dengan macam-macam warna agar ia dapat semakin kreatif namun tetap paham tentang penggunaan warna yang tepat sesuai dengan objeknya.

1. Mengenalkan warna dasar

Warna dasar pastinya mudah untuk dikenali oleh Si Kecil. Warna seperti putih, hitam, hijau, merah, kuning dan biru adalah warna-warna dasar yang sering ia lihat. Dengan terlebih dahulu mengajarinya ragam warna dasar akan membuatnya paham penggunaan warna sesuai objeknya.

2. Menggunakan objek sederhana

Lingkunan sekitar dapat menjadi sumber objek untuk kegiatan mewarnai Si Kecil. Moms dapat memilih untuk menggunakan objek sederhana yang mudah untuk digambar seperti bangunan rumah, buah, langit dan lainnya. Dengan mengenalkannya objek sederhana akan membuatnya belajar lebih dalam mengenai objek tersebut.

3. Menggunakan alat mewarnai yang tepat

Anak-anak juga perlu diajari menggunakan alat warna yang sesuai dengan bidang warnanya. Tentu akan terdapt perbedaan saat Si Kecil menggunakan pensil warna, krayon atau bahkan kuas air. Kenalkanlah ia dimulai dari yang cukup mudah seperti krayon. Selain memiliki ragam warna, krayon juga relatif aman karena tidak memiliki sisi tajam seperti pensil warna.

4. Membiarkannya berkreasi

Agar kegiatan ini menyenangkan, biarkanlah ia mengeluarkan imajinasinya. Dengan meluapkan kreativitasnya maka ia akan lebih senang dalam berkreasi sesuai dengan imajinasinya.

Cara untuk Mulai Mewarnai

1. Ajarkan cara menggunakan alat warna dengan benar

Seperti yang tadi dijelaskan, mewarnai memiliki tekniknya sendiri sesuai dengan alat warnanya. Mengajari Si Kecil untuk mewarnai memiliki cara dan membutuhkan kesabaran yang tinggi. Ajarkanlah ia terlebih dulu memegang alat warnanya seperti pensil atau krayon agar hasil gambarnya menjadi lebih bagus lagi. Jika ia tidak dapat langsung mengikuti cara yang Moms berikan, tetaplah sabar dan teruslah mengajarinya dengan pelan.

2. Ajarkan Si Kecil cara mencampur warna

Kreativitas adalah kunci dari kegiatan ini sehingga ia akan mecoba banyak hal baru. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengajarkannya mencampur warna. Dengan mencampur warna ia akan berani untuk menggunakan hasil eksperimennya untuk membentuk kombinasi warna yang bagus dan dapat melatihnya untuk membuat visual yang menarik.

3. Jadikan benda favoritnya sebagai objek

Aktivitas ini bukan tanpa kendala, ada waktunya ia bosan menggambar hal yang sama sehingga orangtua harus mencari objek penggantinya. Sebagai opsi, Moms bisa menggunakan benda favoritnya seperti mainan, hiasan atau benda lainnya. Dengan begitu, pastinya mereka akan lebih tertarik untuk terus mewarnai.

4. Memperhatikan mood Si Kecil

Sangat wajar apabila Si Kecil memiliki tingkat emosi yang tidak stabil. Mereka akan cenderung menolak apabila merasa terpaksa. Pada saat ini penting bagi Moms untuk lihai membaca situasi dan menebak jika ia sudah mulai merasa bosan. Jika ini terjadi, berikanlah ia jeda dan melakukan kegiatan kecil untuk mengembalikan moodnya.

Mengajari dan memberikan wadah bagi Si Kecil untuk mewarnai memang sangat penting dan baiknya dilakukan sejak dini. Anak yang belajar mewarnai tentu akan meningkat beberapa aspek dari dirinya sehingga penting untuk diakomodir oleh orangtua. Mewarnai sendiri akan menjadi menyenangkan jika diajarkan secara perlahan dan terstruktur agar orangtua dan Si Kecil sama-sama puas dengan hasilnya. -KJ

anak berteriak

Menangani Si Kecil yang Hiperaktif

Memiliki anak yang aktif tentu akan menjadi sebuah kesenangan tersendiri. Anak yang aktif biasanya akan lebih mudah dalam proses pembelajaran hal-hal baru yang mendukung tumbuh kembangnya. Namun jangan salah, perlu diketahui bahwa bisa saja seorang anak dapat menjadi terlalu aktif atau biasa disebut hiperaktif. Hal seperti ini justru akan membawa dampak lain yang kurang baik, sehingga orangtua perlu untuk terlebih dahulu mengenali potensi ini. Nah, agar semakin jelas berikut adalah beberapa tanda hiperaktif pada Si Kecil, antara lain:

Tanda Hiperaktif pada Si Kecil

  • Berlari-lari dan berteriak di ruangan di waktu yang tidak tepat seperti di kelas, atau malam hari di rumah
  • Selalu bergerak hingga mengganggu orang lain atau bahkan merusak benda di sekitar.
  • Terus menerus berbicara
  • Selalu merasa gelisah sehingga butuh ‘penyaluran’ akan hal tersebut
  • Sulit untuk fokus saat melakukan hal tertentu seperti makan atau belajar

Jika selalu dibiarkan, kondisi seperti ini sangat berpotensi menyebabkan banyak masalah karena ia kemudian tidak dapat berkonsentrasi dalam setiap kegiatan. Selain konsentrasi, hubungan sosialnya pun akan terganggu seperti hubungan dengan teman-teman sekolah, guru atau bahkan orang tua. Secara jangka panjang, masalah ini akan menyebabkan gangguan kecemasan yang akan timbul seiring ia semakin besar. Dalam mengenalinya sendiri, orangtua wajib untuk tahu apa yang menjadi penyebab Si Kecil menjadi hiper aktif.

Penyebab Tingkah Hiperaktif pada Si Kecil

1. Anak mengalami stres atau tertekan

Si Kecil kerap kali menjadi terlalu aktif secara tiba-tiba, namun ternyata hal ini juga bisa terjadi karena Si Kecil merasa stres dan tertekan. Untuk lebih memastikan, hal tersebut maka orangtua perlu untuk lebih aktif memantau segala rutinitas Si Kecil. Pastikan bahwa setiap kegiatannya dapat dapat dipantau agar lebih mudah bagi orangtua untuk mencari tau adanya potensi tekanan tersebut.

2. Masalah kesehatan emosional atau mental

Meski ia masih kecil, bukan berarti ia tidak memiliki emosi. Faktanya, masalah emosional sering terjadi pada anak. Karena inilah yang mengakibatkan ia bertingkah tidak seperti biasanya. Jika Moms merasakan hal tersebut, segeralah ajak ia berkomunikasi untuk mengetahui penyebabnya, namun jika hal ini sudah menjadi serius, segeralah dapatkan bantuan ahli untuk membantu kebutuhannya.

3. Kurang berolahraga

Sudah sewajarnya Si Kecil aktif dan penuh energi yang dilakukan dengan berbagai cara seperti olahraga. Namun, tanpa berolahraga yang cukup, ia akan kesulitan untuk melepaskan rasa stres yang justru menyebabkannnya menjadi stres. Cara yang biasa dilakukan adalah dengan mengajaknya berolahraga dengan porsi yang tepat. Ajaklah ia bermain dan berolahraga di taman, bersepeda, dan lari santai untuk menyalurkan energinya secara positif.

4. Tidak tidur siang atau terlambat tidur malam

Kualitas tidur juga menentukan kondisi mental, lho! Tak hanya bagi orang dewasa namun juga untuk Si Kecil. Ketika ia tidak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat, biasanya justru ia akan menjadi lebih terjaga karena banyaknya produksi adrenalin. Pastikan agar Si Kecil memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dengan beberapa cara seperti poin sebelumnya yaitu berolahraga dengan cukup.

5. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

ADHD tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak juga memiliki potensi untuk mengalami ini. Gangguan inilah yang menyebabkan perubahan impulsif sehingga membuatnya tidak dapat berkonsentrasi. Terdapat beberapa gejala yang berkaitan dengan gangguan ini, seperti:

  • Kesulitan untuk menenagkan diri yang terlihat dari sifat tidak bisa diam dan selalu menggerakan anggota tubuh.
  • Aktivitasnya menjadi sulit ditebak, terkadang pasif kadang terlalu aktif
  • Terus menerus berbicara termasuk dalam situasi yang tidak tepat
  • Mengganggu orang sekitarnya

Jika potensi ini nampak nyata, maka segeralah mendatangi dokter ahli yang dapat membantu menanganinya sesuai tindakan yang terstruktur. Biasanya dokter akan memberikan penilaian  dan memberikan evaluasi lebih lanjut untuk kemudian menentukan perawatan yang sesuai. -KJ

si kecil yang ceria

Membentuk Pribadi Ceria pada Si Kecil!

Melihat raut wajah Si Kecil yang ceria, riang dan lucu tentu akan sangat menyenangkan bagi Papa dan Mama. Anak yang ceria dan aktif menandakan bahwa ia memiliki potensi pribadi ceria sehat secara fisik maupun mentalnya. Hal inilah yang akan selalu akan dipertahankan oleh papa mama dengan melakukan apapun demi tumbuh kembangnya.

Tak hanya pada saat kecil saja, papa mama pastinya mengharapkan agar Si Kecil dapat terus tumbuh hingga memiliki kepribadian yang ceria. Orangtua lantas melakukan banyak hal seperti membelikan mainan, bermain atau memasak makanan favoritnya. Namun selain itu, masih ada beberapa hal lain yang dapat membuatnya tumbuh menjadi orang dewasa yang ceria. Yuk kita simak penjelasan di bawah ini!

si kecil yang ceria

Mengenal faktor pembentuk kepribadian Si Kecil

Gen yang diturunkan tentunya memiliki pengaruh dalam banyak hal dalam perkembangan salah satunya sifat kepribadiannya. Ada sebagian anak yang memiliki kecenderungan sifat optimistis dan penuh semangat namun di lain sisi ada juga mereka yang lebih kalem dan mudah terusik emosinya. Orangtua tentu harus mengenalinya terlebih dahulu, beberapa caranya adalah dengan memperhatikan beberapa hal di bawah:

  • Cara si kecil merespons sesuatu yang berasal dari pikirannya
  • Jenis karakter seperti keberaniannya, kejujuran atau potensi karakter pemimpin
  • Tindakan maupun kebiasaan bawaan dan aktivitas rutinnya.

Setelah memahami beberapa faktor yang harus dikenali dari Si Kecil, orangtua dapat membantunya untuk mengembangkan hal-hal tersebut ke arah perkembangan mentalnya. Berikut ialah cara agar Si Kecil dapat tumbuh dengan pribadi yang lebih ceria:

1. Mendorong Si Kecil untuk memiliki pola hidup sehat

Hal positif akan semakin baik apabila menjadi sebuah kebiasan. Hal-hal seperti pola hidup sehat, makan sehat dan olahraga teratur pasti akan membentuk kekuatan positif bagi Si Kecil apabila ia terbiasa melakukannya sampai dewasa nanti.

2. Tertawa adalah bukti keceriaan

Banyak sekali cara untuk membuat Si Kecil ceria. Tapi beberapa mungkin melupakan betapa pentingnya untuk selalu tertawa, yap, hal yang sangat mendasar.Sehingga untuk memastikannya tumbuh dengan penuh keceriaan, papa dan mama perlu sering mengajaknya tertawa. Beberapa cara seperti menggelitik badannya, bermain permainan kecil atau memasak sambil bercanda akan sangat membantu!

3. Ragam emosi yang harus dihadapi

Jika membentuknya untuk memiliki kepribadian yang ceria berarti tidak membolehkannya untuk bersedih, maka itu salah! Kita orang dewasa sekalipun tentu tau, seceria apapun kita pasti pernah merasakan kesedihan dan kekecewaan. Biasanya untuk kita orang dewasa akan lebih cepat mengatasi dengan mencoba mengakui kesedihan dan menerimanya. Hal inilah yang perlu untuk kita coba ajarkan pada Si Kecil seperti jika ia mainan kesukaannya rusak atau hilang. Biarkan saja ia menangis hingga ia merasa tenang dan hatinya kembali membaik.

4. Membangun lingkungan yang juga positif

Lingkungan juga memiliki pengaruh terhadap pembentukan pribadi Si Kecil. Konteks terdekat adalah dalam kehidupan di rumah. Karena akan berada selalu dengan papa dan mama, tentunya papa dan mama perlu menjaga situasi positif di rumah. Jangan tunjukan amarah atau suasana negatif apabila mama dan papa sedang “kurang baik” namun selesaikanlah secara empat mata. Hal berikutnya adalah dengan memberikan pujian-pujian kecil yang tentu akan membuatnya merasa dihargai, seperti jika ia membantu Mama mencuci dan ia mencuci bajunya sendiri.

5. Biarkan anak berimajinasi

Sudah menjadi hal umum bahwa Si Kecil pasti merupakan seseorang yang menuh imajinasi. Wajar karena ia ada dalam fase eksplorasi akan banyak hal di sekitarnya. Biarkan Si Kecil mengeksplorasi imajinasinya selama hal tersebut baik dan tentunya berada dalam pengawasan papa mama. Dengan begitu, ia akan menjadi lebih percaya diri dan mandiri sehingga ia akan menjadi bahagia dengan hal baru yang ia sukai.

6. Kontrol kecerdasan emosional

Hal yang sangat penting, karena kecerdasan emosional akan sangat berperan dalam prosesnya hingga menjadi seseorang yang dewasa. Biasakan ia untuk dapat mengendalikan diri dimulai dari hal-hal kecil seperti jika ia murung saat tidak diperbolehkan main ke luar rumah karena sedang hujan. Jelaskan padanya bahwa cuaca sedang tidak baik dan justru akan membuatnya sakit sehingga ia terlatih untuk mempertimbangkan risiko daripada keinginan yang bisa dipenuhi nanti.

Meski kedengarannya cukup menantang, namun sebenarnya yang paling penting bagi orangtua adalah konsistensi dan kesabaran untuk membentuk pribadi ceria pada Si Kecil demi masa depannya. Selamat mencoba!

top-margin:10px;