Usia tumbuh kembang balita merupakan masa yang berisi dengan beragam hal. Segala ketrampilan, kemampuan berpikir, hingga tekanan yang terjadi pada masa ini akan menimbulkan ketidakseimbangan emosi yang akan membuat stres pada balita.

Sebelum mendalami faktor penyebab dan cara mengatasinya, perlu papa mama ketahui ciri-ciri Si Kecil mengalami stres seperti berikut:

– Mood atau suasana hati yang tidak menentu
– Pola makan dan tidur yang berubah-ubah
– Mudah marah dan berkepanjangan
– Tiba-tiba tak menyukai hal yang sangat ia suka
– Nampak tidak fokus dan tidak bersemangat
– Pada beberapa kasus disertai dengan beberapa penyakit fisik
crying kid

Penyebab Stres Pada Balita

Hal utama yang mendasarinya adalah perasaan sensitf terhadap beberapa hal atau lingkungan sekitar yang tidak ia sukai. Hal ini sebenarnya sangat penting untuk dipahami oleh orang tua sehingga sangat perlu untuk memahami penyebab yang akan diuraikan sebagai berikut:

1. Kurang tidur

Meski ia nampak sangat bertenaga dari setiap kegiatannya, bukan berarti ia tidak akan merasa lelah. Biasanya ia tidak akan mengakui rasa lelah tersebut meski sebenarnya ia sangat merasakannya. Hal yang berbahaya adalah perubahan kondisi moodnya akibat kelelahan tersebut, ya, sama seperti orang dewasa. Oleh karena itu, penting untuk dapat memastikan Si Kecil memiliki cukup waktu untuk beristirahat.

2. Padatnya aktivitas

Untuk menggali potensinya, beberapa orang tua akan mencoba mengikut sertakannya dalam beberapa aktivitas. Hal ini tentu saja baik untuk mendalami bakat ataupun kemampuan lainnya. Namun aktivitas ini bisa menguras sebagian besar tenaganya. Untuk mengatasi ini, selain berkaitan dengan poin pertama, orang tua perlu untuk memastikan beberapa hal seperti asupan gizi, pengaturan jadwal yang seimbang bagi Si Kecil.

3. Konsumsi konten dewasa

Kemajuan teknologi memang bukan sesuatu yang bisa dihindari. Banyak manfaat yang kita rasakan karena perkembangan jaman dan cepatnya akses informasi. Namun, anak yang memiliki akses jaringan sangat bisa terpapar konten atau informasi untuk orang dewasa. Tak melulu soal pornografi, namun bisa saja berupa berita yang tidak baik, video yang menyeramkan seperti kekerasan atau kembali lagi yaitu pornografi. Paparan ini akan sangat mudah mengubah kondisi mental dan pikirannya. Oleh karena itu, para orang tua sebaiknya lebih selektif dalam memilah konten dan membuat frekuensi bagi anak dalam memainkan gawai.

4. Perundungan atau Bullying

Perundungan atau biasanya disebut “Bullying” adalah hal yang sangat berbahaya bagi kesehatan pikiran dan mental Si Kecil. Sebab, ia yang menjadi korbannya akan merasakan efek berkepanjangan seperti rasa malu, takut yang kemudian akan ia sembunyikan dari orang tua. Jika terus dibiarkan maka ia akan menampung semuanya sendiri dan akan menjadi pemicu stress yang tidak baik.

Peran orang tua dalam situasi ini adalah dengan menjadi figur yang selalu ada baginya. Tak hanya menemani saat ia baru saja dirundung, namun juga kapanpun ketika memungkinkan untuk mengatakan padanya bahwa ia harus percaya diri dan kuat dalam setiap harinya.

5. Penyakit

Kita yang sudah dewasa pun pasti akan merasa stres saat mengetahui bawah orang tua kita menderita penyakit serius. Hal ini terjadi juga pada Si Kecil ketika ia mengetahui bahwa dirinya terkena penyakit. Saat ini, hanya dukungan orang tua dan keberadaan papa dan mama lah yang sangat berarti baginya selain untuk memeriksakannya ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

6. Permasalahan rumah

Mengasuhnya dengan sepenuh kasih saying dari keluarga adalah hal wajib. Namun seiring perjalanannya, biasanya tak akan terhindar dari beberapa permasalahan papa dan mama, apalagi jika permasalahan tersebut memuncak hingga hal buruk terjadi. Jika pertengkaran terjadi dan ia melihatnya, ia akan menghadapi perubahan besar dalam dirinya. Baiknya, buatlah komitmen untuk tidak menunjukan emosi atau selesaikanlah masalah tersebut tanpa harus dilihatnya.

Mengatasinya

Stres pada balita tentu akan mengganggu kegiatan harian bahkan merubah sifatnya dalam jangka panjang sehingga perlu untuk diatasi sejak awal. Berikut beberapa cara menghilangkan stres yang dapat kita lakukan agar Si Kecil kembali ceria:

Pertama, berilah ia semangat untuk menghadapi segala masalah. Karena biasanya saat ia mendapat masalah, ia lebih suka menghindarinya. Hal ini sebenarnya tidaklah baik, sehingga kita perlu untuk membantunya untuk berani menghadapi masalahnya agar kelak ia terbiasa dan menjadi lebih kuat.

Kedua, seringlah mengajaknya berdiskusi. Ketika ia menceritakan masalah, perlu papa mama ketahui bahwa itu adalah hal yang “langka”, maka jadilah pendengar yang baik dan menjadi orang yang dapat ia andalkan dalam menyelesaikan ketakutannya.

Ketiga, tanamkan bahwa rumah adalah tempat yang aman dan nyaman bagi Si Kecil.  Setelah kegiatan di luar, rumah adalah tempat di mana ia akan terlepas dari beban pikirannya dan menemukan cara untuk mengatasi masalahnya. Papa mama pun perlu untuk membangun suasana yang menenangkan agar kondisi rumah adalah seperti yang ia harapkan.

Cara-cara tersebut pada intinya adalah tentang membangun hubungan yang kuat antara orang tua dan Si Kecil. Agar dapat menjadi lebih sukses, pastikan untuk dapat meluangkan waktu untuk Si Kecil untuk dapat beristirahat dengan rasa sayang dari orang tua sehingga mentalnya terus terjaga dan ia menjadi lebih kuat. -KJ


1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

top-margin:10px;